Make your own free website on Tripod.com

KEADAAN UMUM HUTAN WISATA ALAM BANING

 

A.     Lokasi Hutan Wisata Baning

a.       Status Kawasan

Hutan Wisata Alam Baning ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sintang No. 07/A-II/1975 tanggal 1 Juni 1975 tentang penutupan Jalan Baning dan Jalan Kelam Km. 2 seluas 315 Ha. Kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Wisata berdasarkan Surat Keputusan Penunjukkan oleh Menteri Kehutanan No. 129/KPTS-II/1990 tanggal 24 Maret 1990 tentang penunjukkan Hutan Lindung Baning menjadi Hutan Wisata Alam Baning. Hal ini dipertegas lagi dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Dan Perkebunan Nomor 405/KPTS-II/99  Tanggal 14 Juni 1999 tentang penetapan Kawasan Hutan Wisata Baning seluas 213 (dua ratus tiga belas) hektar dengan fungsi Hutan Wisata.

b.      Luas dan Letak

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sintang No. 07/A-II/1975 tanggal 1 Juni 1975, Hutan Wisata Alam Baning ditetapkan seluas 315 Ha. Namun kondisi Taman Wisata Alam Baning sejak tahun 1975 sampai dengan tahun 1994 banyak mengalami perubahan dimana masyarakat disekitar Taman Wisata Alam Baning sudah ada yang masuk untuk pemukiman dan berkebun bahkan ada yang mematok kawasan tersebut dan membuat sertifikat tanahnya. Pada tahun 1992 oleh Sub Balai IPH Sintang bersama sama dengan Seksi KSDA Sintang serta Dinas Instansi terkait mengadakan pengukuran ulang, sehingga luas kawasan Taman Wisata Alam Baning menjadi 213 Ha. Akibat kebakaran hutan yang terjadi sampai dengan tahun 1998, luas areal Taman Wisata Alam Baning diperkirakan luasnya tinggal l50 Ha. Secara geografis Taman Wisata Alam Baning termasuk dalam wilayah kerja Seksi KSDA Sintang, Unit Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat.

Taman Wisata Alam Baning terletak diantara 11037 sampai 11337 Bujur Timur dan 13 - 116 Lintang Selatan, sedangkan secara administratif  pemerintahan Taman Wisata Alam Baning termasuk Kecamatan Sintang Kabupaten Daerah Tingkat II Sintang, Kalimantan Barat.

Batas batas Taman Wisata Alam Baning adalah :

-         Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Tanjung Puri

-         Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sungai Tebelian

-         Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Kapuas Kanan Hulu

-         Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Teretung .

c.       Topografi

            Kawasan Hutan Wisata Alam baning merupakan daerah datar,  dengan topografi dataran rendah dan tidak berbukit serta berekosistem rawa gambut. Ketinggian tanah dari permukaan air laut berkisar antara 19,45 sampai dengan 24,30 meter, dengan topografi yang semakin naik mulai dari Jalan lingkar baning hingga kearah timur topografinya.

d.      Geologi dan Tanah

Keadaan tanah  dan geologi di Hutan Wisata baning secara garis besar terdapat tiga jenis,  yaitu :

1.      Tanah Organosol, ciri-cirinya: jenuh, gley humus rendah, propil tanah merupakan timbunan dari pelapukan bahan organic, ke bagian bawah terdapat tanah mineral warna hitam pekat tanpa struktur, teksturnya beraneka dan hampir tergenang sepanjang tahun.

2.      Tanah gley, dengan ciri-ciri : berwarna abu sampai putih berstruktur liat, berdebu sarta berkonsisten basah atau pekat,  jenis tanah ini terdapat pada daerah yang tergenang.

3.      Tanah gambut, ciri-cirinya yaitu berupa tanah gambut oligraf berasal dari hutan rawa dengan pHnya  masam sekali sedangkan tanah entrup yang berasal dari hutan rawa kandungan haranya lebih tinggi dan apabila kering dapat mengkerut sehingga permukaan turun dan mudah terbakar.

e.       Iklim

Menurut Schmidt dan Ferguson iklim di kawasan Taman Wisata Alam Baning termasuk dalam klasifikasi tipe iklim A dan sesuai dengan iklim kota Sintang. Pada umumnya beriklim tropis dengan dua musim yaitu musim hujan dan kemarau. Musim hujan jatuh pada bulan September sampai April sedangkan musim kemarau jatuh pada bulan Mei sampai Agustus. Curah hujan rerata bulanan adalah 36,338 mm dengan jumlah hari hujan rerata bulanan adalah 16 hari.

Berikut adalah Daftar Curah Hujan dan Hari Hujan Stasiun Pengamatan Baning yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kab. Sintang :

Tabel 1

Daftar Curah Hujan dan Hari Hujan Stasiun Pengamatan Baning Kab. Sintang

Musim Tanam 2002 dan Musim Tanam 2003

 

Tahun

Bulan

Curah Hujan

Hari Hujan

 

 

 

 

2002

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember

578

614

377

111

38

420

529

559

720

20

18

13

6

3

17

17

20

22

 

 

2003

Januari

Februari

Maret

April

775

834

528

439

22

26

18

20

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Sintang

Keterangan lebih detil tentang iklim dapat dilihat pada tabel 2. tentang data klimatologi tahun 2002 yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Sintang:

Tabel 2
Data Klimatologi Stasiun Meteorologi Sintang Tahun 2002

 

NO.

UNSUR CUACA

BULAN

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1.

Jumlah Curah Hujan (mm)

 

34

 

 

86

 

254

 

248

 

298

 

178

 

127

 

x

 

180

 

300

 

285

 

530

 

Jumlah Hari Hujan

 

24

 

10

 

21

 

23

 

15

 

13

 

9

 

x

 

12

 

15

 

23

 

25

2.

Suhu Udara (C)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suhu rata-rata

26,7

26,0

26,5

27,1

27,7

27,0

27,0

x

26,7

27,0

26,9

26,8

 

Suhu Maksimum

 

32,2

 

32,2

 

31,6

 

32,7

 

33,2

 

32,5

 

33,3

 

x

 

32,1

 

32,5

 

32,7

 

32,5

 

Suhu Minimum

 

22,9

 

22,6

 

22,7

 

22,9

 

23,3

 

22,9

 

22,2

 

x

 

22,7

 

22,7

 

22,3

 

22,9

3.

Kelembaban Udara (%)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rata-rata

88

87

89

87

87

87

81

x

87

87

89

88

4.

Penyinaran Matahari (%)

 

47

 

45

 

45

 

58

 

63

 

57

 

76

 

x

 

16

 

38

 

52

 

50

Sumber : Badan Meteorologi Supadio Pontianak

                                Keterangan : x = Tidak ada data

Dari data diatas diketahui bahwa suhu bulanan minimal 22,2C dan maksimal 33,3C. Kelembaban relatif udara rerata bulanan pagi hari 96 %, siang 67 % dan sore 78 %.

 

B.     Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

a. Penduduk

Kawasan Taman Wisata Alam Baning termasuk wilayah Kecamatan Sintang dan berbatasan langsung dengan dua desa yaitu Desa Baning Kota dan Desa Tanjung Puri dengan jumlah penduduk 43.494 jiwa yang terdiri dari beberapa suku antara lain Melayu, Dayak, Jawa, Padang, Batak, dan lain lain. Jumlah   penduduk  berdasarkan  penyebaran dapat dilihat pada tabel 1:

Tabel 3

Jumlah Penduduk Berdasarkan Pada Penyebaran Tiap tiap Desa di Kecamatan Sintang

 

 

No

 

Nama Desa

Penduduk

 

Jumlah

Laki - laki

Perempuan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Tanjung Puri

Kelurahan Ladang

Kapuas Kanan Hulu

Kapuas Kanan Hilir

Kapuas Kiri Hulu

Kapuas Kiri  Hilir

Baning Kota

Tertong

Mungguk Bantok

Teluk Kelansam

5021

982

5570

1835

1665

1034

3914

559

506

569

5267

1032

5592

1755

1833

1001

3827

513

448

571

10288

2014

11162

3590

3498

2035

7741

1072

954

1134

 

Total

21655

21839

43494

Sumber  : Monografi Kecamatan Sintang s/d April 2003.

Untuk Desa Baning Kota, jumlah penduduk sampai dengan akhir bulan April 2003 sebanyak 7.741 jiwa yang terdiri dari 3.941 jiwa laki laki dan 3.827 jiwa perempuan. Berdasarkan data di Kelurahan Tanjung Puri untuk sampai akhir bulan April 2003, jumlah penduduk sebanyak 10.228 jiwa terdiri dari 5.021 jiwa laki laki dan 5.267 jiwa perempuan. dengan perincian sebagai berikut :

Tabel 4

Jumlah Penduduk Desa Baning Kota Sampai dengan

Bulan April 2003

 

No.

Perincian

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1.

2.

3.

4.

5.

Penduduk awal bulan

Kelahiran

Kematian

Pendatang

Pindah

3899

9

-

8

2

3808

11

-

12

4

 

6.

Jumlah Penduduk Akhir Bulan April 2003

3914

3827

7741

 Sumber : Laporan Perkembangan Penduduk Desa baning Kota Kec. sintang oleh  Kades Baning Kota

 

 

Tabel 5

Jumlah Penduduk Desa Tanjung Puri berdasarkan

Golongan Umur.

 

Umur

(tahun)

Jenis Kelamin

Jumlah

Laki - laki

Perempuan

0-9

10-19

20-29

30-39

40-49

50-59

60-69

70 ke atas

1231

1229

849

725

488

285

154

60

1187

1210

1162

758

479

306

115

50

2418

2439

2011

1483

967

591

269

110

Sumber : Buku Laporan Hasil Survey Bappeda Sintang Tahun 2003.

 

 

b. Mata Pencaharian

Penduduk yang bermukim di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Baning sebagian besar bermata pencaharian sebagai pegawai negeri sipil, petani, pedagang dan swasta. Komposisi mata pencaharian penduduk selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 6

Komposisi Penduduk Kelurahan Baning Kota Menurut Mata

Pencaharian Tahun 2002

 

 

No.

 

Pekerjaan

Jumlah Jiwa

 

Jumlah

Laki-laki

Wanita

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Pegawai Negeri

ABRI

Swasta

Pedagang

Petani

Pertukangan

Pensiunan

Jasa

218

189

308

225

502

120

215

8

308

-

86

-

-

-

86

6

526

189

397

225

502

120

301

14

 

Jumlah

1785

486

2271

Sumber : Monografi Desa Baning Kota Tahun 2002

 

c. Pendidikan

Program Pemerintah di sektor pendidikan di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Baning sudah sangat baik. Hal ini di karenakan kawasan Taman Wisata Alam Baning terletak tepat di pusat kota Sintang. Berikut ini tingkat pendidikan penduduk dan sarana pendidikan yang terdapat di sekitar Taman Wisata Alam Baning.

Tabel 7

Jumlah Penduduk Desa Baning Kota Berdasarkan

Tingkat Pendidikan

 

Pendidikan

Jumlah Jiwa

Jumlah

Laki - laki

Wanita

A.   Umum

 

60

378

386

310

96

36

 

26

29

18

14

125

 

58

368

350

306

93

30

 

22

20

20

6

123

 

128

766

766

636

219

86

 

68

79

-

40

268

       TK

       SD

       SLTP

       SLTA

       Akademi

       Sarjana

B.   Khusus

       Pesantren

       Madrasah

       Pendidikan    Agama

       SLB

       Kursus/ Keterampilan

Total

1478

1396

2874

Sumber : Monografi Desa Baning Kota Tahun 2002                                                                                    

 

 

Tabel 8

Sarana Pendidikan Yang Terdapat di Desa Baning Kota

 

Sarana Pendidikan

Jumlah

TK

SD

SLTP

SLTA

Perguruan Tinggi

1

1

2

2

2

Jumlah

8

Sumber : Laporan Kades Baning Kota Dalam Rangka Kunker Camat Sintang, 2003.

 

Tabel 9

Sarana Pendidikan Yang Terdapat di Desa Tanjung Puri

 

Sarana Pendidikan

Jumlah

TK

SD

SLTP

SLTA

Perguruan Tinggi

1

7

3

5

1

Jumlah

17

 Sumber : Buku Laporan Hasil Survey Bappeda Sintang Tahun 2002

d. Agama

Mayoritas agama yang dianut oleh masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Baning adalah Islam dan Katholik, seperti yang terlihat pada tabel 10 dan 11.

 

Tabel 10

Jumlah pemeluk Agama di Desa Baning Kota

 

Agama

Jumlah Pemeluk Di Baning Kota

Jumlah Pemeluk Di Tanjung Puri

Islam

Katolik

Protestan

Hindu

Budha

4138

980

810

74

36

6470

2526

1925

-

-

Jumlah

6038

 

 Sumber : Monografi Desa Baning Kota Tahun 2002

 

      Sarana peribadatan yang terdapat di sekitar kawasan TWA Baning dapat dilihat pada tabel 11

 

Tabel 11

          Sarana Tempat Ibadah Yang Terdapat di Sekitar Kawasan Taman Wisata Alam Baning.

 

Sarana Ibadah

Jumlah

1.   Baning Kota

a.   Masjid

b.   Surau

c.   Gereja

2.   Tanjung Puri

a.   Masjid

b.   Surau

c.    Gereja

 

6

5

3

 

5

9

5

Jumlah

33

Sumber : Buku Laporan Hasil Survey Bappeda Tahun 2002

 

e. kesehatan

Sarana dan prasarana kesehatan yang terdapat di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Baning sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel 13.

Tabel 12

Sarana Kesehatan Yang Terdapat di Sekitar Taman

Wisata Alam Baning

Sarana Kesehatan

Jumlah

 1.   Desa Baning Kota

      Poliklinik

      Laboratorium

2.   Desa Tanjung Puri

RSU

Poliklinik

Apotik

 

1

1

 

1

1

1

Jumlah

5

 Sumber : Buku  Laporan Hasil Survey Bappeda Tahun 2002