Make your own free website on Tripod.com

KEGIATAN PENGELOLAAN HUTAN WISATA ALAM BANING

DI KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN BARAT

 

OLEH:

ARIE BUDIWAN, S. Hut


            FLORA             PERENCANAAN             PENUTUP             KEADAAN UMUM

      FAUNA             PELAKSANAAN          ADMINISTRATOR       GALERI FOTO


 

PENDAHULUAN

 

Indonesia memiliki sumberdaya alam yang berlimpah yang karena itu memerlukan penanganan yang serius agar aset tersebut dapat dipertahankan, digunakan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan azas manfaat sehingga produktifitas hutan dapat terus dirasakan. Tekanan terhadap hutan itu sendiri telah demikian kuat dan menyebabkan telah terjadinya eksploitasi sacara berlebihan terhadap hutan itu sendiri. Beberapa jenis flora dan fauna bahkan telah hampir punah akibat pengrusakan dan penyempitan habitat hidup mereka, disamping pengambilan/penangkapan terhadap flora dan fauna itu sendiri. Umumnya perambahan hutan dilakukan oleh masyarakat karena tuntutan ekonomi, dimana sasarannya adalah jenis-jenis kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu jenis-jenis kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi semakin berkurang potensi dan keberadaannya.

Untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya alam dan melestarikan hutan itu sendiri maka diperlukan penyisihan sebagian areal yang dipergunakan sebagai kawasan konservasi, dengan tujuan untuk konservasi sumberdaya alam dan pelaksanaan pengawetan keanekaragaman genetik (flora dan fauna) serta mewujudkan keseimbangan ekosistem lingkungan. Hutan wisata merupakan suatu kawasan pelestarian sumberdaya alam yang letaknya berada di pusat kota. Keberadaan hutan wisata di pusat kota selain sebagai kawasan konservasi juga diharapkan dapat berperan sebagai paru-paru kota.

Keberadaan suatu kawasan konservasi seperti Hutan Wisata Baning berperan penting dalam mewujudkan keseimbangan hidup semua mahluk hidup, penanganan yang disertai tindakan yang kurang tepat dalam pengelolaan mengakibatkan berkurangnya nilai dan fungsi kawasan serta kelangkaan hingga musnahnya jenis flora dan fauna. Kebakaran juga merupakan salah satu faktor menurunnya potensi Hutan Wisata Alam Baning. Kebakaran menyebabkan terjadinya degradasi keanekaragaman jenis vegetasi maupun satwa yang menjadikan kawasan tersebut sebagai habitatnya, yang pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan nilai estetik yang menjadi salah satu fungsi dari kawasan tersebut.

 

Tujuan

1.         Untuk mengetahui secara langsung kegiatan dan cara-cara pengelolaan Hutan Wisata Alam Baning dalam rangka mengoptimalkan fungsi kawasan.

2.         Untuk mengetahui permasalahan yang ada didalam kegiatan pengelolaan Hutan Wisata Alam Baning.